Redekundige ontleding

Leiderdorp
B. Redekundige ontleding  (uraian bagian kalimat)

Sebagaimana telah Anda ketahui dalam bab awal bahwa suatu kalimat dapat pula diuraikan berdasarkan bagian kalimat. Dalam sebuah kalimat yang lengkap biasanya sudah pasti dijumpai pelaku (onderwerp), predikat (gezegde), objek penderita (lijdend voorwerp), objek penyerta (meewerkend voorwerp) dan keterangan (bepaling).
Contoh:

•          Jan fluit. (Jan bersiul)
Jan            =  Onderwerp (pelaku atau subjek)
fluit           =  gezegde (predikat atau sebutan kata kerja)

•          Het kind huppelt. (Anak melompat-lompat)
Het kind   =  Onderwerp.
huppelt  = gezegde.

•          Het water bevriest. (Air membeku)
Het water  = Onderwerp.
bevriest  = gezegde.

•          De slager slacht het varken. (Tukang daging menyembelih babi)
De slager  = Onderwerp.
slacht  = gezegde.
het varken  = lijdend voorwerp (objek penderita).

•          Marije bouwt een kast. (Marije membangun sebuah lemari)
Marijke   = Onderwerp.
bouwt  = gezegde.
een kast  = lijdend voorwerp.

•          Vader geeft mij een paar schoenen. (Ayah memberiku sepasang sepatu)
Vader       =  Onderwerp (pelaku).
geeft         =  gezegde (predikat)
mij            =  belanghebbend voorwerp (objek penerima)
een paar schoenen  = lijdend voorwerp (objek penderita)

•          Gisteren gaf moeder mij tien duizend in de keuken. (Kemarin ibu memberi saya 10 000 di dapur.
Moeder     =  onderwerp (pelaku)
gaf            = gezegde (predikat)
mij            = belanghebbend voorwerp (objek penerima)
tien duizend  = lijdend voorwerp (objek penderita)
in de keuken  = bepaling van plaats (keterangan tempat)
gisteren   =  bepaling van tijd (keterangan waktu).


Selanjutnya berkaitan dengan uraian berdasarkan bagian kalimat ini, kita akan mempelajari istilah namval (naamvallen). Namval ada 4 yaitu namval pertama, namval kedua, namval ketiga dan namval keempat. Untuk mengetahui apa yang dimaksudkan dengan namval, pelajarilah contoh-contoh berikut ini.

•        Kemarin ayah memberi kepada saya sejumlah besar uang.
Gisteren gaf vader (aan) mij een heleboel geld.
•        Topi ayah terletak di atas meja.
Vaders hoed legt op de tafel.
•        Tadi pagi saya membawa surat-surat kepada dia.
Vanmorgen bracht ik (aan) vader de brieven.   
•        Apakah dia telah melihat ayah?
Heeft hij vader gezien?

Dari 4 kalimat ini kita akan mengetahui :
•        Dalam kalimat pertama, vader sebagai onderwerp (pelaku atau subjek). Inilah yang disebut orang namval pertama atau dikenal dengan eerste naamval atau nominatief.

•        Dalam kalimat kedua, vader sebagai pemilik (topi). Inilah yang disebut orang namval kedua atau dinamakan tweede naamval atau genitief.

•        Dalam kalimat ketiga, vader sebagai belanghebbend (meewerkend) voorwerp (objek penerima). Inilah yang disebut orang namval ketiga atau dinamakan derde naamval atau datief.

•        Dalam kalimat keempat, vader sebagai lijdend voorwerp (objek penderita). Inilah yang disebut orang namval keempat atau dinamakan vierde naamval atau accusatief. Dulu penulisan ,,de” untuk namval keempat ini ,,den”. Kini orang cukup menulis ,,de” saja.

Dewasa ini dalam bahasa Belanda sudah jarang sekali ditemukan kata-kata benda dalam berbagai bentuk namval. Seperti contoh-contoh di atas, orang hanya menjumpai kata vader yang sama untuk keempat namval yang ada. Hanya namval kedua masih cukup banyak digunakan orang saat ini.

Misalnya :
‘S Gravenhage – Den Haag (kedudukan resmi Sri Ratu Belanda)
 ‘s middags – pada waktu siang; ‘s avonds – pada waktu sore
‘s nachts – pada waktu malam hari; ‘s winters – pada waktu musim dingin
‘s ochtends – pada pagi hari; de heer des huizes – tuan rumah.
te uwer informatie – di informasi Anda; ten bedrage van – sejumlah
ter ere van – hormat dari.


0 comments:

Post a Comment