Het voegwoord, Het tussenwerpsel

Het voegwoord (konjungsi)

Universiteit Leiden
a) Nevenschikkend voegwoord (konjungsi setara)
Konjungsi ini dikenal dengan nama nevenschikkend (“mengambil tempat sebelah menyebelah”). Misalnya: en (dan), maar (tetapi), want (karena) dan of (atau).

Contoh:
Wat heb je liever, een kopje koffie of een glas melk?
(Apa yang kau lebih suka, secangkir kopi atau segelas susu?)
Sandra en Dirk gaan samen naar school.
(Sandra dan Dirk pergi bersama ke sekolah).
Wij  fietsen graag en jullie schaatsen liever.
(Kami suka bersepeda dan kalian lebih senang main ski).
Zij heeft een rode jas, want rood is haar lievelingskleur.
(Dia punya jas merah, karena merah adalah warna kegemarannya).

b)  Onderschikkend voegwoord (konjungsi bertingkat)
Konjungsi ini menghubungkan kalimat-kalimat yang tidak sama nilainya. Artinya kalimat-kalimat ini saling tergantung kepada yang lain. Kalimat yang tergantung ini dinamakan anak kalimat. Kunjungsi-konjungsi ini disebut onderschikkend (bertingkat) seperti: omdat (sebab) , nadat (setelah itu), hoewel (walaupun), terwijl (selagi), toen (ketika), als (jika) dan dat (bahwa).

Contoh:
Toen Bert slaagde voor zijn examen, moest Caroline huilen van vreugde.
(Ketika Bert berhasil dalam ujiannya, Caroline harus menangis karena gembira).
Je gaat naar je kamer, als je nu niet ophoudt met zeuren.
(Kau pergilah ke kamarmu, jika kau tidak berhenti merengek)
Hij is natuurlijk gezakt, omdat hij zich niet goed had voorbereid.
(Dia sudah barang tentu gagal ujian sebab dia telah tidak mempersiapkan diri dengan baik)
Zij zei dat zij niet zou komen.
(Dia telah menentukan bahwa dia tidak akan datang)

c)  Voegwoord en betrekkelijk voornaamwoord (konjungsi dan pronomina hubungan) 
Ada dat sebagai konjungsi dan dat sebagai pronomina hubungan. Konjungsi dat tidak punya makna sendiri. Pronomina hubungan dat punya anteseden (het).
Carla verwachte dat het vandaag zou gaan sneeuwen. (konjungsi) – Carla berharap bahwa hari ini akan turun salju.
Het aquarium, dat zout water bevat, is lek. (pronomina hubungan) – Akuarium yang berisi air asin, bocor.
De voorzitter deelde mee dat de vergadering geschorst werd. (konjungsi) – Ketua telah memberitahukan bahwa persidangan telah ditunda.
Zij verkochten het huis, dat in slechte staat verkeerde, voor een lage prijs. (pronomina hubungan) – Mereka menjual rumah yang berada dalam kondisi jelek benar itu dengan harga rendah.



Het tussenwerpsel (kata seruan)
Kata-kata yang dikeluarkan untuk mengungkapkan suatu perasaan yang gembira, sedih, terkejut dan sebagainya. Lazimnya kata-kata seru ini ditulis dengan tanda seru dan ditempatkan di awal sebuah kalimat.

Contoh:
•          Keheranan : Lieve Hemel ! - Astaga!. God Almachtig! – Masyaallah!
•          Pujian : Bravo! – Sangat Bagus! 
•          Memanggil: Hei! Hallo
•          Kekecewaan: Jammer! – sayang!
•          Kegembiraan : Hoera!
•          Kesakitan : Au!
dan lain-lain sebagainya.


0 comments:

Post a Comment