Kinderverhalen

Kinderverhalen (cerita untuk anak)

Berikut ini beberapa bacaan dan dongeng berbahasa Belanda berasal  dari tulisan  Jip en Janneke, Annie M.G. Schmidt dan sebagainya, yang kami kutip untuk pengunjung blog. Pahamilah dengan baik. 

Warm brood (roti hangat)

Daar gaat de bel.
Ik ga opendoen, roept David.
Nee ik! roept Anneke.
Ze hollen allebei door de gang. David is er het eerst. Hij doet de deur open. Het is de bakker.
Zo jongelui, zegt hij.
Dag bakker, zegt David.
Dag bakker, zegt Anneke.
Wat zal het wezen? vraagt de bakker.
Even vragen, zegt David. En hij, roept: Moeder! 
Maar moeder geeft geen antwoord. Moeder is boven op zolder.
Wat moet ik nu nemen? vraagt David.
Neem maar een halfje wit en een halfje bruin, zegt Anneke. Dat is vast goed. Dat doet mijn moeder ook.
Een halfje wit en een halfje bruin, zegt David.
Goed hoor, zegt de bakker. Daag. Tot morgen.
Tot morgen, zeggen David en Anneke.
Leg het brood maar in de keuken, zegt Anneke.
Nee, zegt David. Ik ga het aan moeder laten zien. Hij pakt allebei de broden onder zijn arm. En hij klimt de zoldertrap op.
Moeder! roept hij.
Maar moeder is niet op zolder. En ook niet in de kamer. En ook niet in de keuken.
David zoekt overal. En Anneke draaft achter hem aan.
In het kolenhok misschien, zegt ze.
Jij doet het kolenhok open. Maar hij doet het zo haastig. En hij struikelt over de drempel. Daar ligt David. Op zijn neus. En het halfje wit ligt in de kolen.
O, o, wat vies. Het brood is helemaal zwart.
Laten we het afwassen, zegt Anneke. Onder de kraan.
Ze houden het brood onder de kraan. Het zwart gaat er wel af. Maar het brood wordt heel nat.
Wat doen jullie nou weer? vraagt moeder. Ze is er ineens. Ze komt uit de tuin. Wat doen jullie daar? vraagt ze. Het brood onder de kraan?
David verteld het allemaal.
En Anneke zegt: Ja, en David kan het niet helpen. Hij zocht naar u en toen viel hij in het kolenhok.
Nou, zeg moeder. Het is weer fraai, hoor. Maar weet je wat? We zullen vanmiddag het brood in de oven leggen. Dan wordt het weer droog.
En ‘s middags eten ze warm brood. Uit de over.
Lekker is dat brood, zegt vader. Zo warm. Dat moet je nog eens doen. 
Moeder lacht. En David lacht ook. Maar ze vertellen lekker niet aan vader, waarom ze lachen.
                 
          (uit : Jip en Janneke, Annie M.G. Schmidt)

Keterangan bacaan:
Daar gaat de bel.                              =  bel berbunyi.
Gaat, bentuk onvoltooid tegenwoordig tijd (O.T.T.) untuk pelaku het (daar) yaitu pelaku orang ketiga tunggal. Infinitief gaat → gaan – pergi, berbunyi.
Roept hij – dia berseru yaitu bentuk O.T.T. pada kata kerja: roepen – memanggil, berseru. Demikian pula zegt hij – dia berkata; vraagt de bakker – tanya tukang roti→ semua ini dalam bentuk kini belum selesai (O.T.T).
Het eerst – yang pertama sekali; disebut numeralia bertingkat (het telwoord).
Geen antwoord = niet een antwoord. → niet een = geen – tidak satu
Kata hoor di sini hanyalah untuk memperhalus bahasa artinya lho.
Tot morgen – sampai besok.
Sejalan dengan sapaan ini: tot kijk, tot ziens – selamat bertemu lagi.
‘s middags – pada waktu siang hari. Ini bentuk namval kedua (genitief).

Terjemahannya:
Roti hangat

Bel berbunyi.
Aku pergi membuka pintu, seru David.
Tidak aku! seru Anneke. Mereka berdua berlari melewati gang. David yang mencapai duluan. Dia membuka pintu. Itu si tukang roti.
Rupanya anak-anak, kata tukang roti.
Selamat siang tukang roti, kata David.
Selamat siang tukang roti, kata Anneke.
Apa yang akan dipesan? tanya tukang roti.
Sebentar ditanyakan, kata David. Dan dia, berseru: Ibu! Tetapi ibu tidak menyahut. Ibu berada di ruangan loteng. 
Apa yang harus aku ambil sekarang ? tanya David.
Ambillah setengah putih dan setengah sawo matang, kata Anneke. Itu pasti baik. Itu pula akan dilakukan ibuku.
Setengah putih dan setengah sawo matang, kata David. 
Bocah pintar, kata tukang roti. Permisii. Sampai besok pagi.
Sampai besok, kata David dan Anneke.
Letakkan roti itu di dapur, kata Anneke.
Tidak, kata David. Aku akan perlihatkan roti-roti kepada ibu. Dia memegang kedua roti di bawah lengannya. Dan dia naik tangga ruang loteng.
Ibu! panggil dia. Tapi ibu tidak berada di ruangan loteng. Dan juga tidak dalam kamar. Dan tidak pula di dapur. David mencari kemana-mana. Dan Anneke mengikuti dengan cepat di belakangnya.
Di kandang batu bara barangkali, kata dia. David membuka kandang batubara. Tapi dia melakukannya begitu  terburu-buru. Dan dia jatuh terjerumus di atas timbunan. Di sanalah David tergeletak. Terbalik. Dan roti setengah putih itu berada dalam batubara.
O, o,  alangkah kotornya. Roti itu jadi hitam sama sekali. 
Mari kita cuci roti itu, kata Anneke. Di bawah kran.
Mereka memegang roti di bawah kran. Warna hitam memang hilang. Tetapi roti menjadi sangat basah.
Apa yang kalian lakukan di sini? tanya ibu. Dia tiba-tiba muncul. Dia  datang dari kebun. Apa kalian lakukan itu? tanyanya. Roti di bawah kran?
David menceritakan semuanya. Dan Anneke berkata: Ya, dan David tidak dapat membantu itu. Dia mencari Anda dan setelah itu dia terjatuh kedalam kandang batu bara. Sudahlah, kata ibu. Itu bagus lagi, sayang. Tetapi kau tahu sesuatu? Kita akan memasukkan roti itu dalam oven siang ini. Lalu dia menjadi kering lagi.
Dan pada waktu siang hari mereka makan roti hangat. Keluar dari  oven. Sangat enak roti itu, kata ayah. Begitu hangat. Kau harus membuatnya sekali lagi. Ibu tertawa. Dan David tertawa pula. Tetapi mereka tidak menceritakan lezatnya kepada ayah, mengapa mereka tertawa.  

De papagaai (burung nuri)

De buurman heeft een papegaai.
En de buurman roept over de heg: Hee, David! Hee, Anneke! Komen jullie eens kijken? Ik heb een papegaai!
David en Anneke gaan direct door het gat in de heg.
En ze komen in de kamer van de buurman.
Och, wat een mooie papegaai. Hij zit in een gouden kooi. Hij is groen. Met een blauwe staart. En hij heeft een kromme snavel.
Goedemiddag! roept hij. Hij kan praten, zegt David.
Ja, hij kan praten, zegt de buurman. Hij kan erg goed praten.
Koppie krauw, zegt de papegaai. Lorre, lorre. 
David en Anneke zijn opgetogen. Ze hebben nog nooit een vogel horen praten.
Heb je kersen? vraagt de papegaai.
Nee, zegt David, ik geen kersen.
Heb je kersen, vraagt de papegaai weer.
Nee, dat zegt je toch, ik heb ze niet, zegt David. 
Hier, zegt de buurman, hier heb je een kers. Geeft hem die maar. Wees maar niet bang, hij pikt je niet.
David geeft de kers aan de papegaai. Het beest pakt de kers heel voorzichtig aan. En pikt erin.
Mooi he? zegt Anneke.
En dan gaan ze haar huis. Ik wou dat Takkie ook kon praten, zegt David. Misschien kan hij het leren, zegt Anneke.
Takkie! roept David. Kom eens hier.
Takkie komt aanhollen.
Zeg eens goedemorgen! beveelt David.
Woef! zegt Takkie.
Hij leert het nooit, zegt Anneke. Hij is veel te dom.

(uit : Jip en Janneke, Annie M.G. Schmidt)

Keterangan bacaan:
Komen jullie eens kijken? – Lihatlah kemari kalian? Ini bentuk gebiedende wijs atau kalimat perintah yang ditujukan kepada orang jamak.
Goedemiddag! – selamat siang. Sapaan yang lain seperti goeden avond! – selamat malam; goeden nacht! – selamat malam (tidur); goede morgen! – selamat pagi.
praten – berbicara; spreken – bercakap-cakap.
Wees maar niet bang – janganlah takut. Ini bentuk kalimat larangan lebih halus karena memakai maar.

Terjemahan:
Burung nuri

Tetangga punya seekor burung nuri.
Dan tetangga berseru di seberang pagar tanaman. Hee, David!
Hee, Anneke! Lihatlah kemari kalian? Aku punya seekor burung nuri!
David dan Anneke pergi segera melalui lobang di pagar tanaman. 
Dan mereka masuk kedalam kamar tetangga itu.
Och, betapa seekor nuri yang cantik. Dia (m) bertengger dalam sebuah kandang mas. Warnanya hijau. Dengan sebuah ekor biru. Dan punya sebuah paruh melengkung. 
Selamat siang! seru dia.
Dia bisa berbicara, kata David.
Ya, dia bisa berbicara, kata tetangga itu. Dia bisa berbicara sangat bagus. Garukan kepala, kata nuri. Burung kakak tua, burung kakak tua. David dan Anneke gembira. Mereka belum pernah mendengar seekor burung berbicara.
Kau punya buah-buah kers? tanya si nuri.
Tidak, kata David, aku tidak punya buah kers.
Kau punya buah-buah kers? tanya nuri lagi.
Tidak, aku katakan itu, aku tidak punya, kata David. Kemarilah, kata tetangga, sini aku beri kau punya sebuah kers. Berilah dia kers ini. Jangan takut, dia tidak mematukmu.
David memberi kers itu kepada burung nuri. Binatang ini memegang tanpa ragu kers dengan hati-hati. Dan memakannya.
Cantik bukan? kata Anneke.
Dan setelah itu mereka pulang. 
Aku mau jika Takkie juga dapat berbicara, kata David. 
Mungkin dia bisa belajar itu, kata Anneke. Takkie! panggil David. Kemarilah. Takkie datang berlari mendekat.
Katakanlah selamat pagi! perintah David.
Woef! Kata Takkie. Dia tidak pernah belajar, kata Anneke. Dia sangat bodoh.




0 comments:

Post a Comment