• This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Showing posts with label Verhalen. Show all posts
Showing posts with label Verhalen. Show all posts

De armen van Esperanza

De armen van Esperanza (orang miskin dari Esperanza)

‘Wie is die Robin Hood van jou dan? vraagt Jordi.
‘Hij was een soort struikrover,’ zegt Bo.
‘Maar hij was geen achte dief,’ zegt Jasper.
‘Nee,’ zegt Bo. ‘Hij stal van de rijken en deelde de spullen uit aan de armen. Het stikte van de armen in die tijd. Ze hadden geen geld om iedere dag eten te kopen en ze droegen vodden. De kinderen hadden allerlei ziektes of ze gingen meteen dood na de geboorte.”
‘Dan kun je ze toch inenten,’ zegt Jordi.
‘Ja hoor Jordi, inenten,’ zegt Bo. ‘In de Middeleeuwen zeker.’ 
‘Dat had je nog niet verteld.’ Jordi kijkt boos. ‘Hoe kan ik nou weten dat het in de Middeleeuwen was.’
“Je laat me ook niet uitpraten,’ zegt Bo.
Soms lijkt Bo net een juf van school, vindt Jasper. Niet hun eigen juf, maar dat mens van handvaardigheid. Die kan ook zo kwaad kijken als Jasper per ongeluk meer lijm op de tafel smeert dan op zijn knutselwerkje.
‘Iedereen even opletten, dan ga ik verder,’ zegt Bo. ‘Robin Hood woonde dus in Sherwood Forest, een heel groot bos. En daaromheen woonden allemaal stinkrijke mensen. Ridders en graven en baronnen met gouden koetsen en idiote hoeden. De hertog was de baas en dat was een hele gemene vent. Hij liet iedereen belasting betalen, ook de arme mensen.’
‘Maar die hadden toch niks?’ zegt Jasper.
‘Precies, dat was juist het gemene. Want als ze niet konden betalen, moesten ze hun kinderen verkopen. Die gingen dan als slaaf op de boot naar Amerika.’
‘Of de politie zette die mensen uit hun huis. Dus dan waren ze dakloos. En dan gingen ze in het bos wonen. In een hut. Bij Robin Hood.’
‘Dan kun je toch de de Daklozenkrant verkopen,’ zegt Jordi. ‘Die lui verdienen meer als je denkt.’
‘Dan je denkt! zucht Bo.
‘Boeit niet,’ zegt Jordi.
‘En toen?’ vraagt Jasper.
‘Af en toe moesten die rijke stinkerds door het bos van Robin Hood. Bijvoorbeeld als ze van het ene feestmaal naar het andere gingen, of naar een riddertoernooi. Als ze dan midden in het bos waren, lokte Robin Hood ze in een hinderlaag. Dan moesten ze al hun geld en juwelen afgeven. En soms ook hun dure kleren.’
‘Hoe moesten ze dan verder? vraagt Jasper.
‘In hun blote reet natuurlijk,’ lacht Jordi.
‘En die spullen verdeeld Robin Hood onder de arme mensen in het bos. En ze leefden nog lang en gelukkig, amen!
‘Ik zie de koningin al in haar blote kont door het bos rennen.’ Jordi waggelt met wiebelbillen door de kamer.
‘Robin Hood was trouwens verliefd,’ zegt Bo. ‘Op de kokkin, en die kon heel goed boogschieten. Net als Robin Hood zelf, die was kampioen boogschieten van heel Engeland.’
Dat is waar, die twee staan ook op een tekening, Jaspers lievelingsplaatje. Dan zie je Robin Hood met een mooie vrouw in zijn armen. Hij draagt een grappig hoedje met een lange veer. En het allermooist zijn z’n laarzen, die komen tot boven z’n knieën. Een soort zevenmijlslaarzen, maar dan in de groeie maat. Met die laarzen kun je onhoorbaar sluipen.
Dat is het rare, vindt Jasper. Hij weetv zeker dat ze van hetzelfde zachte leer zijn als het jasje van Nicole. Dat hangt nog steeds aan de kapstok, onder de andere jassen.
‘Hoe heette die?’ vraagt Jordi.
‘Wie?’ 
Die verloofde?’
Bo denkt na. Het lijkt wel of ze het niet meer weet.
Jasper weet het ook niet, alleen hoe ze eruitziet. Lang zwart haar en blauwe ogen, net als een filmster. Als hij lang naar die tekening kijkt wordt hij zelf Robin Hood en houdt hij dat meisje in z’n armen.
‘Ze noemden haar Maid Marian,’ zegt Bo. ‘Maar dat was een schuilnaam, want eigenlijk heette ze Esperanza de la Billebips.’
‘Esperanza?’ zegt Jordi. ‘Wat een kaknaam.’
‘Tja Jordi, we kunnen nu eenmaal niet allemaal Gerco heten,’ zegt Bo.
‘Zo heet ik ook helemaal niet.’ zegt Jordi meteen.
‘Nee, maar het is wel je tweede naam.’
‘Hij heeft ook een paard,’ zegt Carmen terwijl ze gewoon doorleest.
‘Een paard? zegt Bo.’Wel vijf! Drie merries en twee hengsten. Ook allemaal gejat van die rijken.’
‘Cool!’ zegt Carmen.
Carmen is een paardrijgek. Haar hele kamer hangt vol foto’s van paarden en veulens.
‘Maar wat gaan we nou eigenlijk doen?’ vraagt Jordi.
‘Naar het bos natuurlijk!’ roept Bo.  

(uit: Het geheim van struikrovers, Chris Bros)

Terjemahannya:

Orang miskin dari Esperanza

‘Siapa dari kamu Robin Hood?’ kata Jordi.
 ‘Dia sejenis penyamun,’ kata Bo.
‘Tetapi dia bukanlah pencuri sebenarnya,’ kata Jasper. ‘Bukan’, kata Bo. ‘Dia mencuri dari orang-orang kaya dan membagi harta-harta kepada orang-orang miskin. Bantuan orang-orang miskin pada masa itu. Mereka tidak punya uang untuk membeli makanan dan mereka berpakaian compang-camping. Anak-anak menderita berbagai macam penyakit atau mereka segera meninggal tak lama setelah kelahiran. 
‘Itu kau bisa menyuntik mereka,’ kata Jordi.
‘Ya Jordi, menyuntik,’ kata Bo. ‘Pada abad pertengahan tentunya.’
‘Itu belum kau ceritakan,’ Jordi terlihat marah. Bagaimana aku tahu bahwa itu dalam abad pertengahan. Kau tidak membiarkanku menceritakan juga, kata Bo. Terkadang Bo terlihat seperti orang nona sekolah, nilai Jasper. Bukan nona mereka sendiri, tetapi manusia dengan kemahiran tangan. Yang bisa juga bisa melihat sama buruk seperti Jasper tidak menguntungkan menyemir dengan banyak lem di atas meja daripada karyanya yang penuh ketelitian.
‘Semua orang yang memperhatikan lalu aku jalan terus,‘ kata Bo. “Robin Hood jadi tinggal Sherwood Forest, suatu hutan yang sangat luas. Dan sekeliling tinggallah seluruh manusia kaya yang busuk. Bangsawan-bangsawan dan pengeran-pangeran dan baron-baron dengan kereta kencana dan topi-topi lucu. Hertog adalah majikan dan seorang laki-laki sangat biasa. Dia membuat semua orang membayar pajak, juga penduduk miskin.
‘Tetapi itu dia punya sesuatu? kata Jasper.
“Tepat, itu benar biasa. Karena jika dia tidak membayar mereka harus menjual anak-anak mereka. Dan lalu mereka menjadi budak pada kapal menuju Amerika. 
‘Masa? kata Jasper. Dalam buku sama sekali tidak ada gambar kapal. ‘Atau polisi meletakkan orang-orang ini keluar dari rumah mereka. Sehingga lalu mereka tidak bertempat tinggal. Dan lalu mereka pergi berdiam di hutan. Dalam sebuah gubuk. Dekat Robin Hood.’
‘Kemudian begitupun kau bisa menjual koran tak bertempat tinggal,’ kata Jordi.’ Pemuda itu menghasilkan lebih banyak dari pada yang kau pikir.’
‘Dari pada yang kau pikir! koreksi Bo.
‘Jangan peduli’, kata Jordi.
 ‘Dan lalu?’ tanya Jasper.
Terkadang orang busuk kaya itu melalui hutan Robin Hood. Misalnya jika mereka pesta makan besar ketempat lain atau mereka dalam perjalanan bangsawan. Jika mereka berada ditengah hutan, Robin Hood memikat mereka dalam suatu penghadangan. Lalu mereka sudah harus menyerahkan uang dan permata mereka. Dan terkadang juga baju-baju mereka yang mahal.’
‘Bagaimana dia harus meneruskan?’ tanya Jasper.
‘Dengan pantat telanjang mereka tentunya, ‘ tawa Jordi.
‘Dan barang-barang itu dibagai Robin Hood kepada orang miskin  di hutan. Dan mereka hidup lama dan bahagia, amin!’
‘Aku sudah melihat ratu dengan pantat telanjang berlari melalui hutan. ‘Jordi berjalan sempoyongan dengan pantat berlari lewat kamar.
‘Robin Hood selain dari itu dicintai,’ kata Bo. ‘pada tukang masak dan dia bisa menembak dengan panah sangat baik. Tepat seperti Robin Hood sendiri, yang juara penembak panah seluruh Inggris.’
Itu benar, yang berdiri pula di atas gambar, gambar kesukaan Jasper. Lalu kau melihat Robin Hood dengan seorang wanita cantik dalam pelukannya. Dia memakai sebuah topi lucu dengan sebuah bulu panjang. Dan yang paling utama adalah sepatu larsnya yang mencapai lututnya. Sejenis lars 7 mil, tetapi dalam ukuran besar. Dengan lars itu kau dapat menyelinap tidak terdengar.
Itu jarang, nilai Jasper. Dia tahu pasti bahwa dia dengan lembut belajar yang sama seperi jas dari Nicole. Itu masih tergantung pada gantung baju dibawah jas yang lain. 
‘Bagaimana dia menyebut? tanya Jordi.
‘Siapa?’
‘Yang tercinta?
Bo berpikir. Itu ternyata atau dia tidak tahu lagi.
Jasper juga tidak tahu, hanya dia menyatakannya. Rambut hitam panjang dan mata biru, seperti bintang film. Jika dia lama melihat kepada gambar dia jadi Robin Hood dan memegang gadis itu dalam dekapannya.
Mereka menyebut pelayannya Marian,’ kata Bo. ‘Tetapi itu adalah sebuah nama samaran, karena sebenarnya mereka menyebutnya Esperanza de la Billebips.’
‘Esperanza? kata Jordi.’Alangkah sebuah nama bual.’
‘Tja Jordi, kini kita sama sekali tidak dapat menamakan Greco,’ kata Bo. 
‘’Begitu aku juga tidak bernama sama sekali,’ kata Jordi segera. 
‘Bukan, tetapi itu adalah nama kedua.’
‘Dia punya juga seekor kuda,’ kata Carmen sementara dia biasa membaca terus.
‘Seekor kuda?’ kata Bo. ‘Ada 5! 3 betina dan 2 jantan. Juga sama sekali semua mencuri dari orang kaya.’
‘Keren!’ kata Carmen.
Carmen adalah seorang gila kuda. Seluruh kamarnya tergantung penuh foto kuda dan keledai-keledai.
‘Tetapi apa yang akan kita lakukan sebenarnya? tanya Jordi.
‘Ke hutan tentu saja!’ seru Bo.          
 

Rijker dan wij

Rijker dan wij (lebih kaya dari kita)

‘Jullie zijn echt niet rijker als ons,’ zegt Jordi.
‘Dan wij,’ zegt Bo.
‘Dat zei ik toch!’
‘Nee, jij zei als ons, maar het is dan wij.’
‘Dan wij,’ zegt Jordi. ‘Dat zeggen alleen kakkers en ik ga echt geen kakkers worden.’
‘En je was toch zo rijk?’ zegt Bo.
Bo kan heel verwaand kijken. Dat is Jasper al vaker opgevallen. Vooral als ze tegen Jordi praat, dan kijkt ze superarrogant.
Dat komt doordat Bo iedereen die van sport houdt debiel vindt. Bo haat sport. Niet alleen op tv, maar ook in het echt. Zelfs gym vindt ze stom.
‘Wij zijn geen kakkers,’ zegt Jordi. ‘Maar we zijn wel rijker als jullie.’
‘Dan jullie.’
‘Want wij gaan altijd met het vliegtuig op vakantie en jullie niet.’ zegt Jordi.
Dat is waat. Jasper en Bo hebben nog nooit gevlogen, maar dat komt door Maarten, de vader van Jasper en Bo. 
‘Als we willen kunnen we best een vliegtuig betalen hoor,’ zegt Bo. ‘Maar we willen gewoon niet. Vliegen is echt zo debiel. Eng geld maakt trouwens helemaal niet gelukkig.’
‘Geld niet,’ zegt Jordi. ‘Maar wat je ermee kunt kopen wel.’
Ondertussen weten ze nog steeds niet wat ze gaan doen. Dat is het rare van de herfstvakantie op eerste vrij ochtend verveel je je al te pletter.
Voor de vakantie dacht Jasper nog dat ze de hele week verstoppertje zouden doen en voetballen en pingpongen. Maar het lukt niet. Nu de vakantie begonnen is, hebben ze nergens zin in.
Behalve Carmens, die leest lekker door. Carmen woont ook naast Bo en Jasper, aan de andere kant. Pas een half jaar, maar het lijkt alsof ze er altijd al was. Zoals ze nu in die stoel hangt en zich met niemand bemoeit, lijkt het zelfs net of ze bij hen woont.
Soms denkt Jasper stiekem dat hij liever Carmen als zus had gehad. Niet alleen omdat Carmen van sport houdt, maar ook omdat ze niet zo kattig is als Bo. En ze niet er ook mooier uit.
Carmen leest Robin Hood. Het boek is van Bo, maar die heeft het al uit. Lezen is zo ongeveer het enige waarin Bo heel snel is. Robin Hood heeft ze al tien keer gelezen, want dat is haar lievelingsboek. Het is nog van Nicole geweest. Dat was de moeder van Bo en jasper.
Jasper is wel eens in Robin Hood begonnen, maar hij houdt niet zo van al die ouderwetse woorden. Wel van de plaatjes. De tekeningen van Robin Hood zijn beste die hij ooit in een boek heeft gezien.
‘Zullen we naar buiten gaan? zegt Jordi.
‘En dan?’ vraagt Jasper.
‘Gewoon,’ zegt Jordi. ‘Iets doen. Voetballen.’
Niemand geeft antwoord, dus dan is het afgekeurd. Maar eigenlijk heeft Jasper wel zin. 
‘Kom op,’ zegt hij. ‘Dan gaan we met z’n tweeën.’
Hij staat op en trekt z’n schoenen aan.
‘Waar ga je doen?’ vraagt Bo, als ze de kamer uit lopen.
‘Voetballen.’
‘En wij dan?’
‘Je mag wel meedoen,; zegt Jordi.
‘Ja dûh,’ zegt Bo. ‘Weet je niks spannenders?’
‘Penalty schieten?’ zegt Jordi, maar Bo luistert al niet meer. Ze denkt na en kijkt geheimzinnig.
‘Ik weet wat,’ zegt ze.
‘Wat dan?’ vraagt Jordi.
‘Iets spannends, iets veel spannenders dan voetballen.’
‘Wat dan?’
‘Iets wat we nog nooit eerder hebben gedaan.’
‘Wat dan?’
‘En het is een beetje gevaarlijk.’
‘Zeg dan!’
‘Stelen,’ zegt Bo triomfantelijk.
‘Stelen?’ vraagt Jasper verbaasd.
‘Ja dag,’ zegt Jordi. ‘Stelen van de rijken, wie doet dat nou.’
Jasper vindt het ook niks. Al heeft Bo wel vaker ideeën die in het begin superstom lijken, maar later toch leuk zijn.
‘Mijn best, Jordi,’ zegt Bo. ‘Dan doe je toch niet mee? Als je nou echt niet durft….’
‘Het gaat niet om durven,’ begint Jordi. ‘Het gaat om …’
Hij kijkt omlaag alsof hij hoopt dat de woorden uit de vloer komen kruipen.
‘Lef,’ zegt Bo. ‘Precies Jordi, het gaat om lef. En dat heb jij nu eenmaal niet. Nooit gehad ook.’
Jasper snapt niet waarom Bo de pik heeft op Jordi. Het is al zo sinds de eerste dag dat ze buren waren.
Net als hun vaders, denkt Jasper. Maarten vindt het stom dat de vaker van Jordi altijd over dingen praat. Hoeveel ze kosten en bij welke winkel ze het goedkoopst zijn.
Over auto’s en computers en belgoeden en bootmachines. 
Eerlijk gezegd vindt Jasper dat wel interessant, maar Maarten niet. Die praat liever over boeken of muziek. Of over hoe het is als je vrouw plotseling overlijdt en je opeens alles alleen moet doen.
‘Ik durf het wel,’ zegt Jordi. ‘Maar het mag gewoon niet. Stelen is verboden. Dan krijg je de politie op je dak.’
‘Er mag zo veel niet,’ zegt Bo. ‘Maar soms moet het gewoon. Kijk maar naar Robin Hood. Daar heb jij natuurlijk nog nooit van gehoord.’
‘Echt wel,’ zegt Jordi. ‘Dat is die houten achtbaan in Sixflags. Daar ben ik al zo vaak in geweest.’
Bo schiet in een neplach.
Jasper kent die lach maar al te goed. Zo lacht Bo als ze vindt dat iemand een stom antwoord geeft.
‘Robin Hood een achtbaan!’ Bo giert het uit. ‘Die denkt dat Robin Hood een achtbaan is.’
‘Dat is ook zo,’ zegt Jordi. ‘Wedden?’
Dat komt Jaspers vader de kamer in.
‘Maarten,’ zegt Bo.’Is Robin Hood een achtbaan of een roverhoofdman? 
‘In mijn tijd was het de koning der dieven,’ lacht Maarten. ‘Maar ja, ik ben een ouwe man,’ Hij loopt expres krom en hibberig de keuken in.
‘Zie je nou wel.’ Bo steekt haar nog tong uit tegen Jordi.   

(uit: Het geheim van struikrovers, Chris Bros)

Terjemahannya:
Lebih kaya dari kita

Kalian sungguh tidak lebih kaya seperti kami,’ kata Jordi.
‘Dari pada kami’, kata Bo.
‘Akupun berkata seperti itu!’
‘Tidak, kau mengatakan seperti kami, tapi seharusnya dari pada kami’.
‘Dari pada kami,’ kata Jordi. ‘Itu hanya mengatakan coro-coro dan aku tidak mau menjadi coro-coro sebenarnya.’
‘Dan bukankah kau sangat kaya?’ kata Bo.
Bo bisa melihat sangat sombong. Itu telah menarik perhatian Jasper lebih sering. Terutama jika dia berbicara dengan Jordi, lalu dia terlihat sangat sombong.
Itulah Bo beranggapan bahwa semua orang yang suka olah raga itu bodoh. Bo benci olahraga. Tidak hanya di TV, melainkan juga dalam dunia nyata. Bahkan gym dia nilai tolol.
“Kami bukanlah coro-coro,’ kata Jordi. ‘Tetapi kami memang lebih kaya seperti kalian.’
‘Dari pada kalian.’
‘Karena kami selalu berlibur dengan pesawat udara dan kalian tidak,’ kata Jordi.
Memang benar. Jasper dan Bo tidak pernah terbang, tetapi itu karena Maarten, ayah Jasper dan Bo.
‘ Jika kami mau kami bisa membayar sebuah pesawat paling baik lho,’ kata Bo. ‘Tetapi umumnya kami tidak mau. Terbang adalah nyata-nyata sangat tolol. Dan selanjutnya uang sama sekali tidak membuat bahagia.’
‘Uang tidak,’ kata Jordi. ‘Tetapi dengan uang kau bisa beli apapun.’
Dalam pada itu mereka masih belum tahu apa yang harus mereka lakukan. Itu menyedihkan dari liburan musim gugur pada malam libur pertama, membosankan dengan perasaan tak karuan. 
Sebelum liburan Jasper masih berpikir bahwa mereka akan bermain cari-carian seluruh pekan, main sepakbola dan pingpong. Tetapi itu tidak jadi. Kini liburan telah dimulai, mereka belum punya rencana apapun.
Kecuali Carmen, yang enak terus membaca. Carmen tinggal di sebelah Bo dan Jasper, sisi berlawanan. Baru setengah tahun tapi tampak seakan mereka di sana telah lama. Seperti dia menggantung dalam kursi dan tidak pedulikan orang lain, bahkan kepada mereka yang tinggal di sebelah. 
Terkadang Jasper berpikir secara diam-diam bahwa dia lebih suka Carmen sebagai saudara. Tidak hanya disebabkan Carmen menyukai olahrga, melainkan pula disebabkan karena dia tidak sama bengis seperti Bo. Dan juga terlihat lebih cantik.
Carmen membaca Robin Hood. Buku milik Bo, tetapi sudah dibaca habis semua.  Membacalah kira-kira satu-satunya dalam mana Bo sangat cepat. Dia telah membaca Robin Hood sepuluh kali, karena itu adalah buku kesayangannya. Masih berada di Nicole. Itu adalah ibu dari Bo da Jasper.
Jasper mulai bertingkah seperti Robin Hood, tetapi dia tidak begitu suka semua kata-kata kuno itu. Dia hanya suka gambar-gambar. Gambar-gambar Robin Hood yang paling bagus yang pernah dibacanya dalam sebuah buku.
‘Kita akan pergi kita keluar?’ kata Jordi.
 ‘Dan selanjutnya?’ tanya Jasper.
 ‘Biasa,’ kata Jordi. ‘Melakukan sesuatu. Main bola’. Tak seorangpun menjawab, jadi lalu membenarkan. Namun sebenarnya Jasper punya rencana lain.
‘Marilah.’ kata dia, ‘kemudian kita pergi berdua.’ Dia berdiri dan mengenakan sepatunya.
‘Apa yang hendak kau lakukan?’ tanya Bo, ketika mereka diluar kamar.
‘Main bola.’
‘Dan dari pada kami?’
 ‘Kau boleh turut pula bermain.’ kata Jordi.
‘Ya dûh, kata Bo. ‘ Tahukah kau sesuatu yang lebih menegangkan?’
‘Tendangan penalty?’ kata Jordi, tetapi Bo sudah tidak mendengar lagi. Dia memikirkan dan melihat secara diam-diam. 
‘Aku tahu sesuatu,’ katanya.
‘Apa itu?’ tanya Jordi.
‘Sesuatu yang menegangkan, sesuatu banyak jauh lebih menegangkan dari pada sekadar main bola.’
‘Apa itu?’
‘Sesuatu apa, yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.’
‘Apa itu?’
‘Dan itu sedikit berbahaya!’
‘Katakanlah’
‘Mencuri,’ kata Bo penuh kemenangan.
‘Mencuri?’ tanya Jasper kaget.
‘Mencuri dari orang-orang kaya.’
‘Ya sudah,’ kata Jordi. ‘Mencuri dari orang-orang kaya, siapa yang melakukan.’ 
Jasper menilai itu tidak apa-apa. Bo sudah sering punya idee yang ternyata di awal super bodoh, tetapi kemudian toh menyenangkan.
Baiklah, Jordi.’ kata Bo. ‘lalu kau tidak turut serta ?’ jika kau benar tidak berani…’
‘Itu bukan tidak berani untuk’ mulai Jordi. Itu untuk …’ Dia melihat kebawah seakan dia berharap bahwa kata-kata merangkak datang dari lantai.
‘Keberanian,’ kata Bo. ‘ Tepat Jordi itu haruslah keberanian. Dan itu kau kini tidak punya sekalipun. Tidak pernah pula.
Jasper tidak mengerti mengapa Bo menaruh dendam kepada Jordi. Itu sudah begitu sejak hari pertama mereka bertetangga.
Tepat seperti ayah-ayah mereka, pikir Jasper. Maarten menganggap kebisuan ayah Jasper selalu menjadi hal-hal yang dibicarakan. Berapa ongkos mereka dan pada toko mana yang paling murah. Mengenai mobil-mobil, komputer, pulsa seluler dan mesin bor.
Membicarakan kejujuran, Jasper menilai memang menyenangkan, tetapi Maarten tidak. Yang ini lebih suka membicarakan mengenai buku-buku atau musik-musik. Atau  mengenai bagaimana jika tiba-tiba isterimu meninggal dan semuanya kau harus melakukan sendiri.
‘Aku berani,’ kata Jordi. ‘Tetapi itu tidak boleh terbiasa. Mencuri dilarang. Lalu kau akan berurusan dengan polisi.
‘Ada begitu banyak tidak boleh, kata Bo. Tetapi  terkadang itu harus terbiasa. Lihatlah ke Robin Hood. Kau tentusaja belum pernah mendengar.
‘Sungguh ya! kata Jordi. ‘itu adalah jalan delapan kayu dalam sixflags. Aku sudah sering pergi ke sana.
Bo mengeluarkan sebuah tawa sumbang.
Jasper telah mengenal baik tawa ini. Begitulah Bo tertawa sperti dia anggap bahwa seseorang memberi jawaban diam.
‘Robin Hood seorang yang suka menolong! Bo menangkis ‘yang ini berpikir bahwa Robin Hood yang suka menolong!
‘Itu juga begitu’ kata Jordi, ‘Bertaruh?’
Lalu ayah Jasper masuk kedalam kamar.
‘Maarten,’ kata Bo. ‘Apakah Robin Hood yang suka menolong seorang kepala penyamun?
‘Dalam masaku dia adalah raja pencuri-pencuri, ‘Maarten tertawa. Tetapi ya, aku adalah orangmu,’ Dia berjalan super cepat membongkok dan menggigil di dapur, ‘Kau lihatlah sekarang’ Bo mengeluarkan lidahnya kepada Jordi.     

  

Kinderverhalen

Kinderverhalen (cerita untuk anak)

Berikut ini beberapa bacaan dan dongeng berbahasa Belanda berasal  dari tulisan  Jip en Janneke, Annie M.G. Schmidt dan sebagainya, yang kami kutip untuk pengunjung blog. Pahamilah dengan baik. 

Warm brood (roti hangat)

Daar gaat de bel.
Ik ga opendoen, roept David.
Nee ik! roept Anneke.
Ze hollen allebei door de gang. David is er het eerst. Hij doet de deur open. Het is de bakker.
Zo jongelui, zegt hij.
Dag bakker, zegt David.
Dag bakker, zegt Anneke.
Wat zal het wezen? vraagt de bakker.
Even vragen, zegt David. En hij, roept: Moeder! 
Maar moeder geeft geen antwoord. Moeder is boven op zolder.
Wat moet ik nu nemen? vraagt David.
Neem maar een halfje wit en een halfje bruin, zegt Anneke. Dat is vast goed. Dat doet mijn moeder ook.
Een halfje wit en een halfje bruin, zegt David.
Goed hoor, zegt de bakker. Daag. Tot morgen.
Tot morgen, zeggen David en Anneke.
Leg het brood maar in de keuken, zegt Anneke.
Nee, zegt David. Ik ga het aan moeder laten zien. Hij pakt allebei de broden onder zijn arm. En hij klimt de zoldertrap op.
Moeder! roept hij.
Maar moeder is niet op zolder. En ook niet in de kamer. En ook niet in de keuken.
David zoekt overal. En Anneke draaft achter hem aan.
In het kolenhok misschien, zegt ze.
Jij doet het kolenhok open. Maar hij doet het zo haastig. En hij struikelt over de drempel. Daar ligt David. Op zijn neus. En het halfje wit ligt in de kolen.
O, o, wat vies. Het brood is helemaal zwart.
Laten we het afwassen, zegt Anneke. Onder de kraan.
Ze houden het brood onder de kraan. Het zwart gaat er wel af. Maar het brood wordt heel nat.
Wat doen jullie nou weer? vraagt moeder. Ze is er ineens. Ze komt uit de tuin. Wat doen jullie daar? vraagt ze. Het brood onder de kraan?
David verteld het allemaal.
En Anneke zegt: Ja, en David kan het niet helpen. Hij zocht naar u en toen viel hij in het kolenhok.
Nou, zeg moeder. Het is weer fraai, hoor. Maar weet je wat? We zullen vanmiddag het brood in de oven leggen. Dan wordt het weer droog.
En ‘s middags eten ze warm brood. Uit de over.
Lekker is dat brood, zegt vader. Zo warm. Dat moet je nog eens doen. 
Moeder lacht. En David lacht ook. Maar ze vertellen lekker niet aan vader, waarom ze lachen.
                 
          (uit : Jip en Janneke, Annie M.G. Schmidt)

Keterangan bacaan:
Daar gaat de bel.                              =  bel berbunyi.
Gaat, bentuk onvoltooid tegenwoordig tijd (O.T.T.) untuk pelaku het (daar) yaitu pelaku orang ketiga tunggal. Infinitief gaat → gaan – pergi, berbunyi.
Roept hij – dia berseru yaitu bentuk O.T.T. pada kata kerja: roepen – memanggil, berseru. Demikian pula zegt hij – dia berkata; vraagt de bakker – tanya tukang roti→ semua ini dalam bentuk kini belum selesai (O.T.T).
Het eerst – yang pertama sekali; disebut numeralia bertingkat (het telwoord).
Geen antwoord = niet een antwoord. → niet een = geen – tidak satu
Kata hoor di sini hanyalah untuk memperhalus bahasa artinya lho.
Tot morgen – sampai besok.
Sejalan dengan sapaan ini: tot kijk, tot ziens – selamat bertemu lagi.
‘s middags – pada waktu siang hari. Ini bentuk namval kedua (genitief).

Terjemahannya:
Roti hangat

Bel berbunyi.
Aku pergi membuka pintu, seru David.
Tidak aku! seru Anneke. Mereka berdua berlari melewati gang. David yang mencapai duluan. Dia membuka pintu. Itu si tukang roti.
Rupanya anak-anak, kata tukang roti.
Selamat siang tukang roti, kata David.
Selamat siang tukang roti, kata Anneke.
Apa yang akan dipesan? tanya tukang roti.
Sebentar ditanyakan, kata David. Dan dia, berseru: Ibu! Tetapi ibu tidak menyahut. Ibu berada di ruangan loteng. 
Apa yang harus aku ambil sekarang ? tanya David.
Ambillah setengah putih dan setengah sawo matang, kata Anneke. Itu pasti baik. Itu pula akan dilakukan ibuku.
Setengah putih dan setengah sawo matang, kata David. 
Bocah pintar, kata tukang roti. Permisii. Sampai besok pagi.
Sampai besok, kata David dan Anneke.
Letakkan roti itu di dapur, kata Anneke.
Tidak, kata David. Aku akan perlihatkan roti-roti kepada ibu. Dia memegang kedua roti di bawah lengannya. Dan dia naik tangga ruang loteng.
Ibu! panggil dia. Tapi ibu tidak berada di ruangan loteng. Dan juga tidak dalam kamar. Dan tidak pula di dapur. David mencari kemana-mana. Dan Anneke mengikuti dengan cepat di belakangnya.
Di kandang batu bara barangkali, kata dia. David membuka kandang batubara. Tapi dia melakukannya begitu  terburu-buru. Dan dia jatuh terjerumus di atas timbunan. Di sanalah David tergeletak. Terbalik. Dan roti setengah putih itu berada dalam batubara.
O, o,  alangkah kotornya. Roti itu jadi hitam sama sekali. 
Mari kita cuci roti itu, kata Anneke. Di bawah kran.
Mereka memegang roti di bawah kran. Warna hitam memang hilang. Tetapi roti menjadi sangat basah.
Apa yang kalian lakukan di sini? tanya ibu. Dia tiba-tiba muncul. Dia  datang dari kebun. Apa kalian lakukan itu? tanyanya. Roti di bawah kran?
David menceritakan semuanya. Dan Anneke berkata: Ya, dan David tidak dapat membantu itu. Dia mencari Anda dan setelah itu dia terjatuh kedalam kandang batu bara. Sudahlah, kata ibu. Itu bagus lagi, sayang. Tetapi kau tahu sesuatu? Kita akan memasukkan roti itu dalam oven siang ini. Lalu dia menjadi kering lagi.
Dan pada waktu siang hari mereka makan roti hangat. Keluar dari  oven. Sangat enak roti itu, kata ayah. Begitu hangat. Kau harus membuatnya sekali lagi. Ibu tertawa. Dan David tertawa pula. Tetapi mereka tidak menceritakan lezatnya kepada ayah, mengapa mereka tertawa.  

De papagaai (burung nuri)

De buurman heeft een papegaai.
En de buurman roept over de heg: Hee, David! Hee, Anneke! Komen jullie eens kijken? Ik heb een papegaai!
David en Anneke gaan direct door het gat in de heg.
En ze komen in de kamer van de buurman.
Och, wat een mooie papegaai. Hij zit in een gouden kooi. Hij is groen. Met een blauwe staart. En hij heeft een kromme snavel.
Goedemiddag! roept hij. Hij kan praten, zegt David.
Ja, hij kan praten, zegt de buurman. Hij kan erg goed praten.
Koppie krauw, zegt de papegaai. Lorre, lorre. 
David en Anneke zijn opgetogen. Ze hebben nog nooit een vogel horen praten.
Heb je kersen? vraagt de papegaai.
Nee, zegt David, ik geen kersen.
Heb je kersen, vraagt de papegaai weer.
Nee, dat zegt je toch, ik heb ze niet, zegt David. 
Hier, zegt de buurman, hier heb je een kers. Geeft hem die maar. Wees maar niet bang, hij pikt je niet.
David geeft de kers aan de papegaai. Het beest pakt de kers heel voorzichtig aan. En pikt erin.
Mooi he? zegt Anneke.
En dan gaan ze haar huis. Ik wou dat Takkie ook kon praten, zegt David. Misschien kan hij het leren, zegt Anneke.
Takkie! roept David. Kom eens hier.
Takkie komt aanhollen.
Zeg eens goedemorgen! beveelt David.
Woef! zegt Takkie.
Hij leert het nooit, zegt Anneke. Hij is veel te dom.

(uit : Jip en Janneke, Annie M.G. Schmidt)

Keterangan bacaan:
Komen jullie eens kijken? – Lihatlah kemari kalian? Ini bentuk gebiedende wijs atau kalimat perintah yang ditujukan kepada orang jamak.
Goedemiddag! – selamat siang. Sapaan yang lain seperti goeden avond! – selamat malam; goeden nacht! – selamat malam (tidur); goede morgen! – selamat pagi.
praten – berbicara; spreken – bercakap-cakap.
Wees maar niet bang – janganlah takut. Ini bentuk kalimat larangan lebih halus karena memakai maar.

Terjemahan:
Burung nuri

Tetangga punya seekor burung nuri.
Dan tetangga berseru di seberang pagar tanaman. Hee, David!
Hee, Anneke! Lihatlah kemari kalian? Aku punya seekor burung nuri!
David dan Anneke pergi segera melalui lobang di pagar tanaman. 
Dan mereka masuk kedalam kamar tetangga itu.
Och, betapa seekor nuri yang cantik. Dia (m) bertengger dalam sebuah kandang mas. Warnanya hijau. Dengan sebuah ekor biru. Dan punya sebuah paruh melengkung. 
Selamat siang! seru dia.
Dia bisa berbicara, kata David.
Ya, dia bisa berbicara, kata tetangga itu. Dia bisa berbicara sangat bagus. Garukan kepala, kata nuri. Burung kakak tua, burung kakak tua. David dan Anneke gembira. Mereka belum pernah mendengar seekor burung berbicara.
Kau punya buah-buah kers? tanya si nuri.
Tidak, kata David, aku tidak punya buah kers.
Kau punya buah-buah kers? tanya nuri lagi.
Tidak, aku katakan itu, aku tidak punya, kata David. Kemarilah, kata tetangga, sini aku beri kau punya sebuah kers. Berilah dia kers ini. Jangan takut, dia tidak mematukmu.
David memberi kers itu kepada burung nuri. Binatang ini memegang tanpa ragu kers dengan hati-hati. Dan memakannya.
Cantik bukan? kata Anneke.
Dan setelah itu mereka pulang. 
Aku mau jika Takkie juga dapat berbicara, kata David. 
Mungkin dia bisa belajar itu, kata Anneke. Takkie! panggil David. Kemarilah. Takkie datang berlari mendekat.
Katakanlah selamat pagi! perintah David.
Woef! Kata Takkie. Dia tidak pernah belajar, kata Anneke. Dia sangat bodoh.