A. Persoonlijke brieven (surat pribadi)
Familiare correspondentie (korespondensi sesama keluarga)
Sebagaimana diketahui bahwa pada umumnya bentuk surat itu hampir sama, baik untuk surat pribadi maupun untuk surat dinas, surat niaga atau surat dagang. Demikian pula surat yang ditulis oleh seorang kepada orang lain atau kepada anggota keluarga lainnya atau kepada sebuah perusahaan, dikenal sebagai surat pribadi. Di dalam surat pribadi bagian-bagian yang harus ada antara lain: tempat dan tanggal, alamat yang dituju, salam pembuka, badan surat dan penutup.
Untuk memberi gambaran bagaimana bentuk dari surat pribadi sesama kawan, pelajarilah contoh berikut ini.
Jakarta, ........................
Beste vriend (in),
Ik heb al lange tijd niets van jij gehoord. Hoe maakt jij het? Ik hoop je gaat goedt, nietwaar? And hoe maken jouw ouders het? Moge jouw ouders maken goed alles, hoor? Laat mij vernemen over Medan nu. Zijn er veel ontwikkelingen voornaamlijk het gebouw in de steden te bouwen? Ik hoop het’s geen slordig en verward stad tegenwoordig.
Daarentegen over Jakarta. Jakarta is immers een hoofdtad van Indonesiƫ en er is veel vooruitgangen bijvoorbeeld wegen en gebouwen. Wanneer jij of jouw ouders gaan naar Jakarta? Ik, mij vader en moeder welkomen zijn ...
En jij moet logeren bij mijn ouders. Laat maar gauw iets van je horen.
De groeten aan je ouders en nader bericht zie ik je tegemoet.
Je vriend (in),
Dalam bahasa Indonesianya :
Jakarta, ........................
Kawanku yang baik (hati),
Aku telah lama tidak mendengar apa pun darimu. Bagaimana kabarmu? Aku harap kamu sehat saja, bukan? Dan bagaimana pula orang tuamu? Semoga orang tuanmu walafiat semua, ya? Coba ceritakan tentang Medan kini. Adakah banyak perkembangannya terutama membangun gedung? Aku harap kota itu tidak jorok dan semerawut sekarang.
Sebaliknya Jakarta. Jakarta memang sebuah ibu kota dari Indonesia dan banyak kemajuan-kemajuan umpamanya jalan-jalan dan gedung-gedung. Kapan kamu dan orang tuamu pergi ke Jakarta? Aku, ayah dan ibu menyambut dengan hangat ... Dan kamu harus menginap di rumah orang tuaku. Kirimkan kabar cepat mengenai kamu.
Salam teruntuk orang tuamu dan kabar berikut aku tunggu.
Kawanmu,
Familiare correspondentie (korespondensi sesama keluarga)
Sebagaimana diketahui bahwa pada umumnya bentuk surat itu hampir sama, baik untuk surat pribadi maupun untuk surat dinas, surat niaga atau surat dagang. Demikian pula surat yang ditulis oleh seorang kepada orang lain atau kepada anggota keluarga lainnya atau kepada sebuah perusahaan, dikenal sebagai surat pribadi. Di dalam surat pribadi bagian-bagian yang harus ada antara lain: tempat dan tanggal, alamat yang dituju, salam pembuka, badan surat dan penutup.
Untuk memberi gambaran bagaimana bentuk dari surat pribadi sesama kawan, pelajarilah contoh berikut ini.
Jakarta, ........................
Beste vriend (in),
Ik heb al lange tijd niets van jij gehoord. Hoe maakt jij het? Ik hoop je gaat goedt, nietwaar? And hoe maken jouw ouders het? Moge jouw ouders maken goed alles, hoor? Laat mij vernemen over Medan nu. Zijn er veel ontwikkelingen voornaamlijk het gebouw in de steden te bouwen? Ik hoop het’s geen slordig en verward stad tegenwoordig.
Daarentegen over Jakarta. Jakarta is immers een hoofdtad van Indonesiƫ en er is veel vooruitgangen bijvoorbeeld wegen en gebouwen. Wanneer jij of jouw ouders gaan naar Jakarta? Ik, mij vader en moeder welkomen zijn ...
En jij moet logeren bij mijn ouders. Laat maar gauw iets van je horen.
De groeten aan je ouders en nader bericht zie ik je tegemoet.
Je vriend (in),
Dalam bahasa Indonesianya :
Jakarta, ........................
Kawanku yang baik (hati),
Aku telah lama tidak mendengar apa pun darimu. Bagaimana kabarmu? Aku harap kamu sehat saja, bukan? Dan bagaimana pula orang tuamu? Semoga orang tuanmu walafiat semua, ya? Coba ceritakan tentang Medan kini. Adakah banyak perkembangannya terutama membangun gedung? Aku harap kota itu tidak jorok dan semerawut sekarang.
Sebaliknya Jakarta. Jakarta memang sebuah ibu kota dari Indonesia dan banyak kemajuan-kemajuan umpamanya jalan-jalan dan gedung-gedung. Kapan kamu dan orang tuamu pergi ke Jakarta? Aku, ayah dan ibu menyambut dengan hangat ... Dan kamu harus menginap di rumah orang tuaku. Kirimkan kabar cepat mengenai kamu.
Salam teruntuk orang tuamu dan kabar berikut aku tunggu.
Kawanmu,

0 comments:
Post a Comment